WG-7, Numbering

Working Group ini membahas mengenai permasalahan penomoran teleponi baik PSTN maupun selular saat ini di Indonesia, maupun antisipasi perkembangan penomoran mendatang.

Terdapat 3 Sub Working Group di bawah WG-7, Numbering, yaitu:

  • ENUM (Electronic Numbering)
  • NGN Numbering
  • Number Portability

Beberapa dokumen yang dihasilkan WG-7, Numbering ini adalah:

Untuk mendapatkan gambaran singkat permasalahan penomoran saat ini, ada baiknya kita pelajari daftar penomoran operator selular dan FWA di Indonesia di bawah ini.

DAFTAR PENOMORAN OPERATOR SELULAR DAN FWA DI INDONESIA (2009)

Operator Produk Jaringan Prefiks
Bakrie Telecom Esia CDMA 800MHz (FWA)
Excelcom XL GSM 0817, 0818, 0819, 0859, 0877, 0878
Hutchison 3 GSM 0896, 0897, 0898, 0899
Indosat IM3 GSM 0856, 0857
Matrix GSM 0816, 0815, 0855
Mentari GSM 0815, 0816, 0858
StarOne CDMA 800MHz (FWA)
Mobile-8 Fren CDMA 800MHz 0885, 0886, 0887, 0888, 0889
Hepi CDMA 800MHz (FWA)
Natrindo Axis GSM 0831, 0838
Sampoerna Telecom Ceria CDMA 450MHz FWA dan 0828
Smart Telecom Smart CDMA 1.900MHz 0881, 0882, 0883, 0884
Telkom Flexi CDMA 800MHz (FWA)
Telkomsel Kartu AS GSM 0852, 0853
Kartu HALO GSM 0812, 0813, 0811
Simpati GSM 0812, 0813, 0811, 0821
Telkomsel GSM 0811 (6|7[0,5-6])
Reg.1 0812 (6[0,2-9]|7[0,5-6])
(Sumatra Utara) 0813 (6[0-3,5]|7[0-1,4-6,8]|77[0-4]|96|97)
0852 (6[0-3,5]|7[0-1,4-8]|96|97)
Telkomsel GSM 0811 (7[3-4])
Reg.2 0812 (61|7[0-4,7-9])
(Sumatra Selatan) 0813 (6[4,6-9]|7[2-3,9]|77[5-9])
0852 (6[4,6-9]|7[2-3,9])
Telkomsel GSM 0811 (11|14|17|18|19|37|93|94)
Reg.3 0812 (1[0-3,8,9]|8|9[0,2-9])
(Jabotabek) 0813 (1[0,1,4-9]|8|98|99)
085 (21[0,3-9]|28[0-7]|288[0-3]|31)
Telkomsel GSM 0811 (21|22)
Reg.4 0812 (1[0,4]|2[0-4])
(Jawa Barat) 0813 (12|2[0-4]|94|95)
0852 (11|2[0-4]|85|94|95)
08523[2-6]
Telkomsel GSM 0811 (26[0,3,6]|27|29)
Reg.5 0812 (15|2[5-9])
(Jawa Tengah) 0813 (2[5-9]|9[0-3])
0852 (2[5-9]|9[0-3,8])
Telkomsel GSM 0811 (3[0,2,3,5,6])
Reg.6 0812 (16|17|3[0-5]|49|52|59)
(Jawa Timur) 0813 (3[0-6]|5[7-9])
0852 (3[0-6]|5[7-9])
Telkomsel GSM 0811 (37|38)
Reg.7 0812 (3[6-9]|46)
(Bali Nusra) 0813 (3[7-9]|53)
0852 (3[7-9]|53)
Telkomsel GSM 0811(53|54|58)
Reg.8 0812 (5[0-1,3-8])
(Kalimantan) 0813 (4[5-9]|5[0-2])
0852 (4[5-9]|5[0-2])
Telkomsel GSM 0811 (34|4[1,2,8])
Reg.9 0812 (4[0-2]|44|45|47|48)
(Sumalirja) 0813 (4[0-4]|5[4-6])
0852 (4[0-4]|5[4-6]|99)

Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Telekomunikasi_seluler_di_Indonesia

Keterangan:

  • Berdasarkan rekomendasi ITU-T E.164, Nomor Internasional untuk pelanggan terdiri atas Kode Negara dan Nomor (Signifikan) Nasional seperti diperlihatkan pada Gambar 1.

Gambar 1 : Struktur penomoran menurut Rekomendasi ITU-T  E.164

  • Panjang maksimum nomor internasional adalah 15 digit. Kode negara Indonesia yang dialokasikan oleh ITU-T terdiri atas 2 digit (yaitu 62). Dengan demikian tersedia sebanyak 13 digit  untuk Nomor (Signifikan) Nasional
  • Kode Tujuan Nasional (NDC) mencakup dua kategori penomoran, yaitu

o    yang mengandung indikasi geografis: dalam hal ini NDC berfungsi sebagai Kode Wilayah yang mencirikan suatu wilayah penomoran tertentu;

o   yang tidak mengandung indikasi geografis: dalam hal ini NDC berfungsi sebagai Kode Akses Jaringan yang mencirikan jenis jaringan, atau sebagai Kode Akses Pelayanan yang mencirikan jenis jasa yang ditawarkan.

  • Berdasarkan Rencana Penomoran pada dokumen Fundamental Technical Plan 2003, untuk Penyelenggara Telekomunikasi Bergerak Selular, NDC terdiri dari:

o   (0) 81X

o   (0) 82X

o   (0) 83X

o   (0) 84X

o   (0) 85X

  • Dengan munculnya beberapa operator baru, diberikan NDC baru sebagai berikut:

o   (0) 86X

o   (0) 87X

o   (0) 88X

o   (0) 89X

  • Yang menjadi persoalan utama adalah

o   Tidak diaturnya mengenai standar regionalisasi penomoran STBS (selular), sehingga menyulitkan nanti dalam Fixed Mobile Convergence Numbering.

o   Tidak diaturnya pengelompokkan nomor prabayar dan pasca bayar. Di mana nomor prabayar di”ecer” dengan sangat cepat dan murah, seringkali nomor perdana harganya lebih murah daripada voucher isi ulang prabayar, karena para operator mengejar “jumlah pelanggan” sebagai key performanc e index-nya.

o   Dengan diberikannya kode akses NDC kepada tiap operator, maka terdapat 1010 probabilitas nomor pelanggan (10 Milyar nomor pelanggan) untuk 1 kode akses NDC eksklusif untuk tiap operator. Padahal jumlah pelanggan semua operator selular di Indonesia saat ini kurang dari 200 juta pelanggan.

o   Dengan kondisi faktual tersebut, akhirnya menyulitkan diberikannya izin penomoran bagi operator selular baru, maupun operator MVNO (Mobile Virtual Network Operator), karena distribusi penomoran yang kurang efektif dan efisien.

Referensi Peraturan:

Iklan
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: